Kita Di Dalam Firman-NYA

Orang-orang yang menyambut firman adalah orang-orang yang menyambut keputusan TUHAN. Firman TUHAN adalah keputusan TUHAN yang tidak pernah bisa berubah-ubah. Ketika kita menerima firman dengan sepenuh hati maka Roh Kudus yang adalah Roh yang berasal dari BAPA sendiri, itu akan memberikan kita pengertian untuk memahami firman itu sendiri. Dan hari lepas hari kita akan mengalami perjalanan yang penuh dengan kasih karunia. Perjalanan dimana pengharapan kita itu pasti. Kita tidak bimbang, kita tidak ragu lagi memasuki setiap hari-hari dengan hati yang positif, perkataan yang positif. Kalau kita pahami betul-batul bahwa kita ada di dalam firmanNya maka perjalanan kita itu aman di depan. Perjalanan, rumah tangga, kehidupan kita terjamin. Apabila kita berdiri diatas firman maka kita berjalan hari lepas hari itu secara yakin dimana ada firman, ada tuntunan yang sangat jelas. Dimana kita layak untuk menerima bagian kita di dalam DIA. Status kita menjadi jelas di dalam firman. Mari kita rubah cara berpikir kita, cara berkata kita agar sesuai berdasarkan firman.

Paulus ketika dibukakan injil yang telah ditaruh diatas orang Yahudi. Injil yang dikatakan sebagai kabar baik.

Roma 16 : 25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, — menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya,

Roma 1 : 16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Kalau Paulus memiliki keyakinan yang kokoh di dalam injil itu, mari kita juga memiliki keyakinan yang kokoh juga. Kenapa Paulus bisa berkata demikian? Karena Paulus merupakan saksi ahli karena Paulus juga orang Yahudi, dibesarkan dan di didik secara Farisi dan akhirnya Paulus dibukakan kehadiran Roh Kudus itu sendiri yaitu menyingkapkan misteri yang tersimpan selama berabad-abad. Paulus melihat bagaimana bangsa Israel keluar dengan tanda darah dan bagaimana firman itu begitu kuat terjadi atas bangsa Israel.

Jadi, setiap firman yang kota dengar itu adalah kabar baik mengenai hidup kita, mengenai perjalanan kita, mengenai masa depan kita. Itu adalah Injil yang membawa kita kepada pengalaman hari lepas hari. Itulah juga Injil keselamatan. Injil keselamatan itu artinya setiap ada shalom atas hidup kita, setiap hari ada ucapan selamat. Setiap hari ada ucapan positif, setiap hari ada keyaninan yang kokoh yang kita pijak. Ketika kita memasuki hari yang baru, maka kita berpijak lagi diatas Injil itu yang adalah kekuatan dimana di dalam Injil itu TUHAN sendiri akan menguatkan saudara dan saya. Oleh sebab itu kita harus betul-betul mengerti kehadiran Roh Kudus atas hidup kita. Janganlah kita hanya menerima Injil akan tetapi tidak mau menerima Roh Kudus. Kalau kita menerima Injil maka kita harus menerima kehadiran Roh Kudus. Itu juga ditandai dengan bahasa yang baru, bahasa Roh Kudus dan menyingkapkan bahasa bahasa roh itu sendiri.

Injil adalah fondasi yang berbicara satu hukum yang tidak dapat di ganggu gugat oleh apapun juga. Dan hukum itu juga adalah hukum Kerajaan Sorga. Seharusnya kita orang-orang Kerajaan Sorga adalah orang-orang yang berbahagia karena kita menerima rahasia yang tersimpan selama berabad-abad atas bangsa yahudi yang dibukakan atas Paulus dan kemudian diberikan kepada bangsa-bangsa lain.

Kita adalah orang-orang yang sudah terpilih untuk menggenapinya oleh karena itu firman itu harus terjadi. Di dalam Injil itu ada orang-orang yang sebut sebagai saksi. Seperti Paulus itu adalah saksi, orang yang TUHAN lantik untuk rencana TUHAN itu digenapi atas orang-orang tersebut.  Tetapi di dalam Injil itu juga ada orang-orang yang dilantik untuk satu tujuan, untuk satu momentum yang besar itu harus di dampingi oleh saksi ahli. Saya melihat di dalam Injil itu ada orang-orang pilihan yang disebut pewaris-pewaris janji itu juga diebut sebagai saksi ahli. Tetapi mereka juga disebut sebagai orang-orang yang dilantik untuk satu maksud dan tujuan. Dan orang-orang yang dilantik untuk satu momentum/agenda besar TUHAN itu harus di dampingi oleh saksi ahli yang adalah kita semua. Dan kita adalah orang-orang yang sebenarnya disebut pewaris-pewaris dari apa yang dijanjikan oleh TUHAN.

TUHAN mau kita jadi saksi ahli. Supaya apa? Waktu orang-orang yang dilantik oleh TUHAN itu mereka juga tahu bahwa perjalanan hidup mereka. Kita akan bersaksi kepada orang-orang itu, kita akan berkata bahwa ada rencana besar harus tergenapi. Jadi apabila saya melihat melalui pemetaan profetik, lewat Roh Kudus tentang hari-hari kita hidup secara khusus di bangsa ini, Indonesia. Satu bangsa yang juga akan dimunculkan di hari-hari terakhir begitu luar biasa. Dan TUHAN memiliki ketetapan juga keputusan yang harus digenapi atas bangsa ini. Lewat orang yang dilantik, lewat rancangan TUHAN maka jika kita berbicara tentang orang-orang yang masuk dalam rancangan TUHAN itu adalah orang-orang yang akan menggenapi apa yang menjadi rancangan TUHAN untuk memulihkan apa yang sudah rusak, apa yang harus dibangun. Akhlak harus dibangun kembali, mental harus dibangun kembali, pola pikir harus dibangun kembali. Dan kita melihat bahwa hal tersebut sedang terjadi di Indonesia. Mental yang salah yang selalu berkata bahwa kita tidak mampu, kita tidak punya sesuatu itu tidak boleh ada lagi di dalam diri kita. Kita harus memiliki mental dan attitude yang bagus, tidak mudah menyerah. Kita bukanlah orang-orang yang pasrah terhadap keadaan. Tetapi kita adalah orang-orang yang memiliki drive, yang akan merestorasi banyak hal. Orang-orang yang memiliki positif mindset, orang-orang yang berhati besar dan yang akan dilibatkan di dalam agenda TUHAN di hari-hari terakhir. Itulah orang-orang yang akan dibawa masuk kedalam pemulihan segala sesuatu.

Dan pemulihan harus dimulai dari dasar. Di dasar manakah saudara mulai dibangun? Kalau dasar anda dibangun adalah dari dosa, maka kehidupan saudara akan penuh dengan kebencian, penuh dengan ketakutan, penuh dengan kebimbangan, penuh dengan kelemahan maka dasar itu harus dirubah. Supaya dasar yang baik itu harus menjadi dasar hidup kita.

Oleh : Timothy Parengkuan (Restoration Community Founder)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *