Shalom (Bag. 3)

Yesaya 32 : 17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Dimana ada kebenaran yang dinyatakan, pasti ada tumbuh damai sejahtera. Dan itu merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Itu merupakan manifestasi dari kebenaran. Jadi ketika kebenaran, selalu akan ada damai sejahtera. Damai sejahtera itu berbicara tentang satu keadaan, itu berbicara tentang satu atmosfir dimana dunia tidak bisa beri hal ini.

1 Yohanes 5:19 (TB)  Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Dunia sudah berada dibawah kuasa si jahat. Berarti tidak ada itu damai sejahtera. Lewat apa? Lewat harta? Harta tidak dapat memberikan damai sejahtera. Saudara mau mencari damai sejahtera di karier? Tidak ada damai sejahtera di karier. Saudara mau mencari damai sejahtera dalam jabatan saudara, atau saudara pergi sampai ke pulau-pulau, gunung-gunung dan lembah. Saudara tidak akan menemukan damai sejahtera itu. Damai sejahtera itu tidak dapat dibeli oleh dunia. Apalagi dunia sudah berada dibawah kuasa si jahat. Dan si jahat tidak bisa memberi damai sejahtera itu, karena itu tidak ada di dalam nature nya si jahat. Dan yang dalam tabiat si jahat adalah kejahatan semata-mata. Sifat daripada si jahat itu adalah kejahatan semata-mata. Akan tetapi, sifat dari TUHAN adalah damai sejahtera. Kalau dunia sudah berada dibawah kuasa si jahat itu berarti tidak ada lagi tempat yang aman. Saudara mau bersembunyi di balik apapun, saudara pasti tidak akan mendapatkan tenpat yang aman. Satu-satunya tempat yang paling aman adalah, ketika kamu menerima kebenaran. Itulah tempat yang paling aman untuk jiwamu. Ada orang yang hidupnya penuh dengan gelimpangan materi dan kedudukan, akan tetapi hidupnya penuh dengan ketakutan. Tetapi bagi orang-orang yang menyambut firman, goncangan apapun yang datang, permasalahan apapun yang datang, jiwa nya mengalami ketenangan. Kenapa? Karena orang-orang ini benar-benar menyerahkan hidupnya diatas kebenaran. Dan orang menyerahkan hidupnya diatas kebenaran adalah orang yang menyerahkan hidupnya diatas damai sejahtera.

Dimana ada kebenaran, disitu akan tumbuh damai sejahtera. Sekarang pertanyaannya, apakah anda betul-betul sudah menerima kebenaran itu? Kebenaran yang disampaikan oleh orang-orang yang berkhotbah. Apakah kita betul-betul dengan sungguh-sungguh menerima kebenaranNya? Hari-hari ini lewat tantangan, lewat goncangan, lewat apapun yang terjadi TUHAN sedang melihat apakah ada orang-orang yang betul-betul menangkap kebenaranNya. Waktu kita mendengar kebenaran yang di ucapkan lewat khotbah apakah kamu benar-benar mendengarkan kebenaran itu. Melalui tantangan, goncangan dan apapun yang terjadi, TUHAN sedang melihat apakah betul-betul orang-orang yang menangkap kebenaran TUHAN. Belum tentu orang yang hadir dalam ibadah itu menangkap kebenaran TUHAN. Tetapi alkitab dengan jelas menyatakan bahwa TUHAN itu melihat hati kita. TUHAN bukan melihat penampilan maupun hal-hal yang berasal dari luar, tetapi TUHAN melihat apa yang ada di dalam hati. Apakah TUHAN menemukan firmanNya di dalam hatimu? Sehingga ketika DIA menemukan hatimu, TUHAN menemukan ada firmanNya sehingga damai sejahtera itu akan tumbuh di dalam kehidupan orang-orang yang menemukan firman.

Mari kita terimalah firman dengan segenap hati, mari terima firman dengan hati yang terbuka. Mari renungkan dalam-dalam firmanNya. Masukkan perkataan TUHAN ini sampai dibelakang kepala atau alam bawah sadarmu. Seperti yang telah saya sampaikan melalui artikel sebelumnya, jangan izinkan perkataan-perkataan yang lain untuk masuk kedalam hidupmu. Kita bisa mendengar suara-suara yang ada disekeliling kita, akan tetapi jangan biarkan terjadi fenetrasi dari perkataan-perkataan diluar firman untuk masuk dan bertengger tinggal di bawah alam bawah sadarmu. Kita harus lebih mengandalkan kebenaranNya.  Kita harus berkata bahwa kita mempercayai perkataanNya lebih dari apapun. Kita harus berkata bahwa pikiran kita, hati kita, mulut kita dan alam bawah sadar kita itu adalah tempat untuk kebenaranNya tinggal. Biarlah hanya perkataan TUHAN yang harus tinggal bersemayam di dalam diri kita.

Yohanes 15 : 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Yohanes 15 : 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Ketika kita membuka hati dan kita berkata bahwa kita harus tinggal di dalam kebenaran, maka kita akan melihat hasilnya dimana damai sejahtera itu bukan hanya menghasilkan ketengan dan ketentraman.

Ayat yang ketujuh, dimana TUHAN berkata jika kita tinggal di dalam dia dan DIA didalam kita. Artinya kita mau supaya diri kita dan kehidupan kita dibangun diatas kebenaran tersebut diatas. Maka firmanNya akan tinggal di dalam kita. Dan ketika kita tinggal di dalam kebenaran, maka firman itu sendiri yang akan tinggal dan kita akan melihat sendiri manifestasinya. Dan manifestasi yang akan kita terima pertama kali dari firmanNya adalah the peace (damai sejahtera) itu sendiri. Manifestasi pertama daripada firman dimana kita berpijak diatasnya, adalah shallom. Orang yang menerima firman, menyambut firman dan mau dibangun diatas firman, maka orang-orang itu akan berdiri dan berkata bahwa dia tidak mau dibangun diatas atmosfir dosa.

Oleh : Timothy Parengkuan (Restoration Community Founder)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *