Dedikasi Atau Pencitraan?

Dedikasi dan pencitraan adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Pencitraan lebih kepada usaha untuk menonjolkan citra terbaik seseorang atau usaha pembuktian eksistensi seseorang di hadapan publik yang kadang dirasakan sangat berlebihan (lebay) hingga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Sedangkan dedikasi adalah sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan yang mulia.

Orang-orang yang punya dedikasi pasti melakukan sesuatu dengan fokus sampai tuntas dan fokusnya tidak terpecah-pecah. Ketika seseorang sudah punya dedikasi maka orang tersebut sudah memiliki tekad bulat dan tidak akan bisa digoyahkan.

Didalam kehidupan rohani kita, apakah kita telah memiliki dedikasi atau hanya sekedar pencitraan? 

Dedikasi muncul karena adanya intisari yang ada di dalam hidup kita. Intisari dalam diri kita akan muncul hanya lewat proses hidup dan tidak bisa lewat jalan lain. Intisari berbicara nilai-nilai kehidupan kita, apakah hidup kita telah memiliki nilai sehingga memberikan dampak positif dan menjadi berkat bagi banyak orang?

Saudaraku, apakah kita mau bertahan untuk tidak mencemari hidup kita dan tetap menjadikan Tuhan sebagai prioritas hidup? Ingat, hidupmu adalah sebuah penyembahan, dan penyembahan adalah manifestasi dari dedikasi secara pribadi.

Roma 12 : 1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Dengan dedikasi yang kuat kepada Tuhan maka kita tidak akan bisa dikompromikan dengan dosa atau hal-hal jahat lainnya. Dan untuk bisa punya dedikasi kuat, kita harus memiliki kemampuan untuk memilih keputusan yang benar karena awal keputusan kita menentukan masa depan kita.

Haleluya … ingat bahwa untuk menghasilkan intisari yang manis dan berkenan dihadapan Tuhan dan manusia, kita harus bisa melewati PROSES & hal itu tidak bisa di SKIP / tidak bisa dilewati begitu saja. Kita harus hadapi, minta Tuhan agar selalu memegang dan menuntun kita setiap hari, untuk dapat melewati semuanya.

Renungkanlah akan hal ini.
Shalom & God bless you!

NM

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *