Kita Adalah Keturunan Allah 

1 Yohanes 5 : 19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah  dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat 

Ayat tersebut jelas sekali mengatakan bahwa kita berasal dari Allah. Bapa mengutus Yesus AnakNya yang Tunggal ke dalam dunia untuk merebut kembali manusia dari kuasa dosa.

Yesaya 53 : 10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan  dia  dengan kesakitan.  Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Yesus datang ke dalam dunia untuk menebus keluargaNya. Setelah kita menerima penebusan maka KehendakNya adalah merubah status kita dari budak menjadi anakNya dan itu berbicara keturunan.

Bapa mengutus Yesus kepada milik kepunyaanNya

1 Yohanes 5 : 11 – 12 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal  kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.  Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup  ; barangsiapa atidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Dosa sudah membuat kita jauh dari Bapa. Penebusan yang Yesus lakukan membawa kita kembali masuk ke dalam keluargaNya. Lewat karya penebusan Kristus, kita dijadikan milik kepunyaanNya. Sekarang apakah kita menyadari akan hal tersebut ?

Kalau kita menyadari bahwa kita adalah keturunanNya dan kita berasal dari Dia maka gaya hidup dan bahasa kita akan berbeda dengan orang orang yang berasal dari dunia. Karena dunia itu di kuasai dosa tetapi kita adalah orang orang yang sudah di bebaskan dari dosa. Ketika, manusia jatuh dalam dosa maka status manusia adalah budak dosa, sehingga gaya hidup dan bahasa mereka selalu mengandung dosa.

Sebagai keturunan Allah, bagaimana kita harus hidup?

Pertama, memiliki bahasa yang sama dengan Bapa.

Yohanes 8 : 43 – 44 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah  yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan  bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta 

Kalau kita menyadari bahwa kita adalah orang yang sudah di tebus maka bahasa kita pasti akan berbeda. Bahasa Bapa kita adalah kebenaran, sedangkan bahasa dunia adalah dusta. Supaya kita bisa memiliki bahasa yang sama dengan Bapa, maka kita harus tinggal di dalam kebenaran. Ketika kita ada di dalam kebenaran maka apa yang kita ucapkan pasti kebenaran. Semakin kita sering mengatakan kebenaran maka kebenaran itu akan menjadi gaya hidup kita. Tahukah bahwa anak itu adalah gambaran dari bapa nya. Waktu bahasa dan gaya hidup kita benar maka orang di sekitar kita akan melihat Bapa dalam hidup kita.

Kalau kehidupan kita sudah sampai seperti itu maka percayalah kemanapun kita pergi maka kita akan membawa nilai dan juga otoritas yang ada di dalam Bapa. Otoritas ini membuat iblis tidak dapat menyentuh kehidupan kita.

Bahkan dalam Roma 8 : 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris,  maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita   bersama-sama dengan Dia  , supaya kita juga dipermuliakan  bersama-sama dengan Dia.

Kita adalah ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah, yaitu kekayaan yang terdapat di dalam pewahyuan Yesus Kristus. Di dalam pewahyuan Yesus Kristus kita akan menerima penyingkapan misteri Nya, salah satunya adalah Bumi telah di berikan kepada anak Manusia.

Mazmur 115 : 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya  kepada anak-anak manusia.

Kita kembali ke awal penciptaan bagaimana Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya hanya bagi keturunanNya. Di dalam Dia, kita menerima kembali otoritas untuk menguasai apa yang sudah Tuhan berikan. Oleh sebab itu kita harus mengerti betul bahwa kita adalah keturunanNya, sehingga apa yang telah Bapa sediakan bagi kita di dalam bumi harus kita terima. Kita harus menerima selama kita hidup di bumi bukan nanti di surga. Jika kita menerima bagian yang sepatutnya, maka sukacita kitapun akan menjadi penuh, bukan hanya itui kita juga akan memuliakan Dia, dan Bapa juga akan memuliakan anak anak Nya sehingga dunia akan tahu bahwa kita berbeda dengan mereka.

Sekarang kita harus tetap menjaga identitas kita yang sudah Bapa beri. Janganlah kita menjualnya hanya demi hal-hal keduniawian, karena kemuliaan yang akan Tuhan berikan jauh melebihi kemuliaan yang dunia berikan, lagipula apa yang berasal dari dunia tidak akan kekal melainkan menuju kepada kebinasaan.

Terpujilah Tuhan yang sudah mengangkat kita menjadi keturunanNya.

DEBORAH NANLOHY

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *