Perjalanan Orang Benar (Bag. 2)

Yesaya 48 : 17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Firman ini berbicara mengenai pesan setelah YESUS dimuliakan. Yesaya melepaskan kata-kata ini di dalam bentuk profetik. “Beginilah firman penebusMU..” apabila tertulis ALLAH Israel atau ELLOHIM, atau Bapa pencipta berarti TUHAN, pemilik perjanjian dengan bangsa Israel, mau menggenapi.

The GOD of Israel / TUHAN ALLAH Israel. Maksudnya adalah TUHAN ALLAH atas Abraham, Ishak dan janji TUHAN itu turun temurun. Berarti ayat ini mempunyai makna TUHAN yang menggenapi perjanjianNya sampai dengan keturunan yang ketiga. TUHAN berbicara kepada Abraham, TUHAN berbicara kepada Ishak dan TUHAN juga berbicara kepada Israel. Hal ini menunjukkan bahwa DIA adalah TUHAN atas generasi. Alkitab mengatakan bahwa DIA lah TUHAN yang memberikan faedah yang membawa kepada keberuntungan, yang menuntun kita kepada jalan yang harus kita tempuh. Perhatikan baik-baik ayat ini, ayat ini sesungguhnya berbicara tentang hal yang sangat dalam bagi kita semua. Sebagai orang-orang percaya di hari-hari terakhir, saya bersyukur sesungguhnya di hari-hari seperti ini firman TUHAN semakin tajam dan semakin dalam.

Ketika TUHAN berkata dalam ayat tersebut diatas mengenai jalan yang harus kita tempuh, dan kemudian perkataan selanjutnya dalam ayat dibawahnya yaitu ayat ke 18 dikatakan bahwa kebahagian kita tidak akan pernah kering tetapi damai sejahtera TUHAN akan seperti air yang tidak pernah kering.  Dan itu berlaku di bumi ini. Nanti akan ada perbedaan, perjalanan saudara akan dilihat orang. Dimana damai sejahtera tidak pernah hilang, kebahagiaan akan terus melimpah. Damai sejahtera itu berbicara tentang hati kita.

Isaiah 48 : 18 O that thou hadst hearkened to my commandments! then had thy peace been as a river, and thy righteousness as the waves of the sea:

Terjemahan bahasa Inggris berkata “righteousness” yakni kebenaranmu. Kebenaranmu akan seperti gelombang yang tidak pernah kering, sedangkan versi bahasa Indonesia diterjemahkan secara sederhana yaitu kebahagiaan. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan secara harafiah itu your happines, padahal bukan kebahagiaan yang seperti itu. Tetapi, lebih kepada kebenaran. Your righteousness (kebenaranmu). Kebenaranmu itu akan seperti gelombang yang tidak pernah berhenti.

Perjalanan kita semua yang TUHAN mau kita lalui dan pahami bersama-sama bahwa sesungguhnya kita sedang menggenapi firman dalam Yesaya 48:17-18. Bahkan kalau kita mau melihat bagaimana caranya TUHAN mau mengajar kita di jalan itu adalah ketika mengerti apa yang firman TUHAN katakan.

Yesaya 48 : 16 Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ.” Dan sekarang, Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya.

Jadi apa yang mau disampaikan oleh Yesaya adalah pengertian tentang penebusan dan TUHAN mau kita berjalan dimana terdapat Roh TUHAN. Apabila kita hendak melihat keberuntungan dan damai sejahtera yang tidak pernah kering, Berarti peranan Roh Kudus itu sangat penting untuk kita pahami bersama-sama. Jadi buat saudara semua, mari kita betul-betul mengerti dan memahami secara dalam tentang penebusan. Sebab apabila kita tidak mengerti penebusan secara dalam, bagaimana kita dapat berjalan di jalan yang penuh dengan keberuntungan, berjalan di jalan damai sejahtera yang tidak pernah kering, dan kebahagiaan tidak pernah.

Jadi, TUHAN mau kita mengerti terlebih dahulu tentang penebusan. Setelah kita memahami penenbusan, baru kita mulai diajar oleh Roh TUHAN seperti yang dikatakan dalam ayat 16. Kita mulai diajar, kita mulai berjalan bersama Roh TUHAN. Inilah peranan Roh Kudus.

Oleh sebab itu, mari kita melihat kembali hidup kita. Apakah kita memahami tentang penebusan. Apabila fondasi hidup kita tidak berasal dari penebusan maka kita tidak bisa berada di jalan ini. Karena jalan ini sangat berhubungan erat dengan penebusan. Saya harus sampaikan kepada saudara, mari kita lihat kembali perjalanan kekristenan kita seperti apa. Apakah sungguh-sungguh kekristenan kita bukan sekedar agama yang diwariskan turun temurun? Kita harus mengerti fondasi hidup kita adalah penebusan, baru kita dapat berjalan di jalan yang membawa kita kepada kebahagiaan dan damai sejahtera yang tidak akan pernah berhenti, karena Roh TUHAN lah yang mengutus kita dan membawa kita.

Kumpulan live streaming oleh Ps. TIMOTHY PARENGKUAN dan ditulis ulang oleh EMMA CHRISTINE

 

 

 

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *